MALANG – Upaya percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Terbaru, fasilitas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) MBG Preneur yang dikelola oleh Yayasan Prokids Anak Indonesia resmi beroperasi di Malang, Jawa Timur.
Peresmian dapur yang dinamai "Dapur MBG" ini menjadi sorotan karena dihadiri langsung oleh jajaran tinggi pemerintah pusat dan daerah, menandakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program gizi nasional.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. H. Rachmat Pambudy, yang didampingi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana.
Kehadiran kedua tokoh penting ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan standar gizi dan keberlanjutan program MBG di tingkat daerah. Turut hadir pula Wakil Kepala BGN Brigadir Jenderal Polisi Sony Sonjaya, serta Deputi BGN Brigadir Jenderal (Purn) Suwardi Samiran.
Dalam pelaksanaannya, SPPG MBG Preneur ini tidak hanya sekadar dapur umum, melainkan sebuah dedikasi yang dikelola secara profesional oleh Yayasan Prokids Anak Indonesia.
Ketua Yayasan sekaligus Ketua Asosiasi Mitra SPPG, Ari Arifin, menyambut baik sinergi yang terjalin antara pemerintah dan yayasan. Fasilitas ini juga didukung oleh tenaga ahli kuliner, Chef Hendri Wahyu, yang bertindak sebagai chef pendamping untuk memastikan standar rasa dan kualitas nutrisi makanan yang disajikan.
Pemerintah Kota Malang turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, tampak hadir di lokasi mendampingi rombongan kementerian. Kehadiran pemerintah daerah dinilai krusial dalam aspek pengawasan dan kelancaran distribusi program ke penerima manfaat.
Acara peresmian ditutup dengan penekanan pada slogan "Gizi Kuat, Bangsa Hebat", yang menjadi visi utama dari program ketahanan gizi nasional ini.
Dengan beroperasinya SPPG MBG Preneur ini, diharapkan distribusi makanan bergizi gratis di wilayah Malang dan sekitarnya dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memberdayakan potensi wirausaha sosial melalui model pengelolaan yayasan.
(Redaksi)
